Featured Post Today
print this page
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label makalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label makalah. Tampilkan semua postingan

Mengenal Lebih Dekat Nabi Muhammad SAW (bag.2)


KARAKTER DAN KEUTAMAAN RASULLULLAH SAW

Salah satu karekter rasulullah saw yang paling menonjol adalah kemenangan tidak menjaga kan dia bangga hal ini bisa kita lihat diperang badar dan pembebasan kita makkah(fathu makkah) dan kekalahan tidak membuat dia putus asa dapat kita lihat pristiwa perang uhud bahkan dengan cekatan is mempersiapkan pasukan baru untuk menghadapi hamru"ul asad dan pengingkari perjanjian yang dilakukan kaum yahudi bani quraizah ,dan kewaspadaan beliau,selalu mengedek kekuatan musuh dengan teliti dan mempersiapkan segalanya.

Dia memperlakukan kaum dan pengikutnya dengan tujuan mempererat silaturrahmi dan selalu menamamkan rasa percaya diri dalam mereka is selalu mengasihi anak anak kecil dan mengayomi mereka.berbuat baik dengan fakir miskin dan terhadap hewan dia selalu menanamkan rasa kasih sayang dan melarang untuk menyakiti binatang
Salah satu contoh rasa prikemanusian rasul saw adalah ketika mengutus pasukan untuk berperang dengan musuh dia selalu berpesan tidak boleh menyerang kaum sipil,dia lebih memilih damai terhadap musuh dari pada berperang ketika berperang dia berpesan tidak boleh membunuh lanjut usia anak kecil perempuan dan mengniaya musuh yang sudah tidak berdaya
Ketika kaum quraisi minta suaka politik kepadanya ia tidak memberlakukan baikot ekonomi bahkan ia menyepakati import gandum dari yaman
Ia juga menyerukan realisasikan sebuah perdamaian dunia dan melarang peperanga kecuali hal yang darurat

USAHA RASUL SAW DALAM MEMBENTUK MASYARAKAT &BERPRIKEMANUSIAN

Kedatangan rasul adalah sebuah rahmat bagi manusia semuanya is tidak pernah membedakan seseorang pun baik itu kulit putih atau kulit hitam dan dari suku bangsa mana,karma semua manusia itu makan dari rizki allah yang diberikan allah
Rasul saw mengajak manusia untuk
1:meningkatkan harkat martabat manusia ia bersabda semua manusia berasil dari adam dan ia berasal dari tanah
2: mengajak damai sebelum perang
3: memaafkan sebelum membalas
4: mempermudah seseorang sebelum membalas perbuatan
dari uraian diatas dapat kita simpulkan bahwa peperangan yang dilaksanakan bertujuan untuk merealisasikan tujuan tujuan insani yang agung dan menuju kepada tatanan masyarakat yang berprikemanusian

ia telah membuktikan bahwa dirinya adalah sebuah rahmat bagi manusia dan alam semesta peristiwa itu bisa dilihat dari pembebasan kota makkah dangan segala kemenangan yang telah digapai saat itu ia tetap berbuat baik dengan musuh dan enggan untuk membalas dendam padahal ia dapat melaksanakan ia pernah memaafkan mereka dengan sabda"pergilah kalian karma kalian sekarang sudah bebas pada waktu perang dzatur riqa dia berasil menangkap pemimpin gauts bin al harits yang berusaha beberapa kali membunuh beliau akan tetapi tetap dimaafkan

rasul memperlakukan tawanan perang dengan baik ,ia telah membebaskan seorang tawanan perang dengan tangan dia sendiri disaat ia mendengar keluhan rasa sakit tangannya diikat.

RASUL SEBAGAI PANGLIMA PERANG
Kita bisa lihat keberasilan beliau dalam memenangkan peperangan dan menciptakan perdamaian dan mengujudkan manusia yang berakhlak dan memimpin pasukan dengan gagah berani

TATA KRAMA BERGAUL
Beliau tidak pernah sombong dalam pergaulan selalu tersenyum berbuat baik sesame manusia selalu menyenguk orang sakit tidak pernah memotong pembicaraan lawan tidak pernah mengangap dirinya mulia dari teman yang diajak bicara.Masih banyak lagi sipat2 rasul yang kita bisa dapat teladani.. mudah2an kita bisa dapat meniru akhlak rasulullah amin....

Detik-detik Sakaratul Maut Rasulullah SAW

Inilah bukti cinta yang sebenar-benarnya tentang cinta, yang telah dicontohkan Allah SWT melalui kehidupan Rasul-Nya.

Pagi itu, meski langit mulai menguning di ufuk timur, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayapnya. Rasulullah dengan suara lemah memberikan kutbah terakhirnya, “Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua perkara pada kalian, al-Qur’an dan sunnahku. Barang siapa mencintai sunnahku, bererti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk syurga bersama-sama aku.”

Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasul yang tenang menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya. Usman menghela nafas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. “Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. Rasulullah akan meninggalkan kita semua,” keluh hati semua sahabat kala itu.

Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan cergas menangkap Rasulullah yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar. Di saat itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu. Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.

“Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk.

“Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah.

“Siapakah itu wahai anakku?”
“Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut.

Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

“Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut,” kata Rasulullah.

Fatimah menahan ledakkan tangisnya.

Malaikat maut telah datang menghampiri. Rasulullah pun menanyakan kenapa Jibril tidak menyertainya. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

“Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.

“Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” kata Jibril.

Tapi, semua penjelasan Jibril itu tidak membuat Rasul lega, matanya masih penuh kecemasan dan tanda tanya.

“Engkau tidak senang mendengar kabar ini?” tanya Jibril lagi.

“Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak, sepeninggalanku?”

“Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: ‘Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,” kata Jibril meyakinkan.

Detik-detik kian dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan-lahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.

“Jibril, betapa sakitnya, sakaratul maut ini.” Perlahan terdengar desisan suara Rasulullah mengaduh.

Fatimah hanya mampu memejamkan matanya. Sementara Ali yang duduk di sampingnya hanya menundukan kepalanya semakin dalam. Jibril pun memalingkan muka.

“Jijikkah engkau melihatku, hingga engkau palingkan wajahmu Jibril?” tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.

“Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata Jibril sambil terus berpaling.

Sedetik kemudian terdengar Rasulullah memekik kerana sakit yang tidak tertahankan lagi.

“Ya Allah, dahsyat sekali maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku,” pinta Rasul pada Allah.

Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu. Ali pun segera mendekatkan telinganya.

“Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.”

Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.

“Ummatii, ummatii, ummatiii?” Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran kemuliaan itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa baarik wa salim ‘alaihi. Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.

Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesadaran untuk mencintai Allah dan RasulNya. Seperti Allah dan Rasul mencintai kita semua. mudah mudahan kita berusaha untuk bisa menjadikan nabi muhammad sebagai huswatun hasanah dalam kehidupan kita amin. Itulah sepenggal kisah mengenai biografi Nabi Muhammad SAW semoga menjadi informasi yang bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Referensi :

www.zainurie.wordpress.com
www.masjid.phpbb24.com

www.kaskus.us/showthread.php?t=7341229
0 komentar

Mengenal Lebih Dekat Nabi Muhammad SAW


Siapa yang tidak mengenal Nabi Muhammad SAW, dialah pemimpin terbesar umat Islam sepanjang masa, dinobatkan sebagai tokoh nomor satu yang paling berpengaruh di dunia dibandingkan tokoh-tokoh lainnya yang pernah ada di dunia. Berikut biografi mengenai Nabi Muhammad saw. Beliau berasal dari kabilah Quraisy, tepatnya keturunan Hasyim. Ayah beliau adalah Abdullah bin Abdul Muthalib, cucu Hasyim. Ibunda beliau adalah Aminah binti Wahb yang berasal dari keturunan Bani Zuhrah, salah satu kabilah Quraisy.

Setelah menikah, Abdullah melakukan pepergian ke Syam. Ketika pulang dari pepergian itu, ia wafat di Madinah dan dikuburkan di kota itu juga.

Setelah beberapa bulan dari wafatnya sang ayah berlalu, Nabi pamungkas para nabi lahir di bulan Rabi’ul Awal, tahun 571 Masehi di Makkah, dan dengan kelahirannya itu, dunia menjadi terang-benderang. Sesuai dengan kebiasaan para bangsawan Makkah, ibundanya menyerahkan Muhammad kecil kepada Halimah Sa’diyah dari kabilah Bani Sa’d untuk disusui. Beliau tinggal di rumah Halimah selama empat tahun. Setelah itu, sang ibu mengambilnya kembali.

Dengan tujuan untuk berkunjung ke kerabat ayahnya di Madinah, sang ibunda membawanya pergi ke Madinah. Dalam perjalanan pulang ke Makkah, ibundanya wafat dan dikebumikan di Abwa`, sebuah daerah yang terletak antara Makkah dan Madinah. Setelah ibunda beliau wafat, secara bergantian, kakek dan paman beliau, Abdul Muthalib dan Abu Thalib memelihara beliau. Pada usia dua puluh lima tahun, beliau menikah dengan Khadijah yang waktu itu sudah berusia empat puluh tahun. Beliau menjalani hidup bersamanya selama dua puluh lima tahun hingga ia wafat pada usia enam puluh lima tahun.

Pada usia empat puluh tahun, beliau diutus menjadi nabi oleh Allah. Ia mewahyukan kepada beliau al-Quran yang seluruh manusia dan jin tidak mampu untuk menandinginya. Ia menamakan beliau sebagai pamungkas para nabi dan memujinya karena kemuliaan akhlaknya.

Beliau hidup di dunia ini selama enam puluh tiga tahun. Menurut pendapat masyhur, beliau wafat pada hari Senin bulan Shafar 11 Hijriah di Madinah.
Bukti Kenabian Rasulullah saw

Secara global, kenabian seorang nabi dapat diketahui melalui tiga jalan:

1. Pengakuan sebagai nabi.
2. Kelayakan menjadi nabi.
3. Mukjizat.

Pengakuan Sebagai Nabi

Telah diketahui oleh setiap orang bahwa Rasulullah saw telah mengaku sebagai nabi di Makkah pada tahun 611 M., masa di mana syirik, penyembahan berhala dan api telah menguasai seluruh dunia. Hingga akhir usia, beliau selalu mengajak umat manusia untuk memeluk agama Islam, dan sangat banyak sekali di antara mereka yang mengikuti ajakan beliau itu.

Kelayakan Menjadi Nabi

Maksud asumsi di atas adalah seorang yang mengaku menjadi nabi harus memiliki akhlak dan seluruh etika yang terpuji, dari sisi kesempurnaan jiwa harus orang yang paling utama, tinggi dan sempurna, dan terbebaskan dari segala karakterisitik yang tidak terpuji. Semua itu telah dimiliki oleh Rasulullah saw. Musuh dan teman memuji beliau karena akhlaknya, memberitakan sifat-sifat sempurna dan kelakuan terpujinya dan membebaskannya dari setiap karakterisitik yang buruk.

Kesimpulannya, akhlak beliau yang mulia, tata krama beliau yang terpuji, perubahan dan revolusi yang beliau cetuskan di seanterao dunia, khususnya di Hijaz dan jazirah Arab, dan sabda-sabda beliau yang mulia berkenaan dengan tauhid, sifat-sifat Allah, hukum halal dan haram, serta nasihat-nasihat beliau telah membuktikan kelayakan beliau untuk menduduki kursi kenabian, dan setiap orang yang insaf tidak akan meragukan semua itu.
Mukjizat

Mukjizat dapat disimpulkan dalam lima hal:

1. Mukjizat akhlak.
2. Mukjizat ilmiah.
3. Mukjizat amaliah.
4. Mukjizat maknawiyah.
5. Mukjizat keturunan.

Mukjizat Akhlak

Sejak masa muda, Nabi Muhammad saw telah dikenal dengan kejujuran, amanat, kesabaran, ketegaran, dan kedermawanan. Dalam kesabaran dan kerendahan diri beliau tidak memiliki sekutu dan dalam kemanisan etika beliau tak tertandingi. “Sesungguhnya engkau berada di puncak akhlak yang agung.” Dalam memaafkan, beliau tak ada taranya. Ketika mendapatkan gangguan dan cemoohan masyarakatnya, beliau hanya berkata اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِقَوْمِيْ فَإِنَّهُمْ لاَ يَعْلَمُوْنَ “Ya Allah, ampunilah kaumku, karena mereka tidak mengetahui.”Beliau selalu mengharapkan kebaikan seluruh umat manusia, penyayang dan belas-kasih terhadap mereka. “Ia belas-kasih dan pengasih terhadap Mukminin.”

Beliau tidak pernah menyembunyikan keceriaan wajah terhadap para sahabat dan selalu mencari berita tentang kondisi mereka. Beliau selalu memberikan tempat khusus kepada orang-orang baik di sisi beliau. Orang yang paling utama di sisi beliau adalah orang yang dikenal dengan kebajikanya terhadap Muslimin dan orang yang termulia adalah orang yang lebih bertindak toleran dan tolong-menolong terhadap umat Islam. Beliau tida pernah duduk dan bangun (dari duduk) kecuali dengan menyebut nama Allah dan mayoritasnya, beliau duduk menghadap ke arah Kiblat. Beliau tidak pernah menentukan tempat duduk khusus bagi dirinya. Beliau memperlakukan masyarakat sedemikian rupa sehingga mereka merasa dirinya adalah orang termulia di sisi beliau. Beliau tidak banyak berbiacara dan tidak pernah memotong pembicaraan seseorang kecuali ia berbicara kebatilan.

Beliau tidak pernah mencela dan mencerca seseorang. Beliau tidak pernah mencari-cari kesalahan orang lain. Budi pelerti beliau yang menyeluruh telah meliputi seluruh umat manusia. Beliau selalu sabar menghadapi perangai buruk bangsa Arab dan orang-orang yang asing bagi beliau. Beliau selalu duduk di atas tanah dan duduk bersama orang-orang miskin serta makan bersama mereka. Dalam makan dan berpakaian, beliau tidak pernah melebihi rakyat biasa. Setiap berjumpa dengan seseorang, beliau selalu memulai mengucapkan salam dan berjabat tangan dengannya. Beliau tidak pernah mengizinkan siapa pun berdiri (untuk menghormati)nya. Beliau selalu menghormati orang-orang berilmu dan berakhlak mulia. Dibandingkan dengan yang lain, beliau lebih bijaksana, sabar, adil, berani dan pengasih. Beliau selalu menghormati orang-orang tua, menyayangi anak-anak kecil dan membantu orang-orang yang terlantar. Sebisa mungkin, beliau tidak pernah makan sendirian. Ketika beliau meninggal dunia, beliau tidak meninggalkan sekeping Dinar dan Dirham pun.

Keberanian beliau sangat terkenal sehingga Imam Ali as pernah berkata: “Ketika perang mulai memanas, kami berlindung kepada beliau.”

Rasa memaafkan beliau sangat besar. Ketika berhasil membebaskan Makkah, beliau memegang pintu Ka’bah seraya bersabda (kepada musyrikin Makkah): “Apa yang kalian katakan dan sangka sekarang?” Mereka menjawab: “Kami mengatakan dan menyangka kebaikan (terhadapmu). Engkau adalah seorang pemurah dan putra seorang pemurah. Engkau telah berhasil berkuasa terhadap kami. Engkau pasti mampu melakukan apa yang kau inginkan.” Mendengar pengakuan mereka ini, hati beliau tersentuh dan menangis. Ketika penduduk Makkah melihat kejadian itu, mereka pun turut menangis. Setelah itu beliau bersabda: “Aku mengatakan seperti apa yang pernah dikatakan oleh saudaraku Yusuf bahwa ‘Tiada cercaan bagi kalian pada hari ini. Allah akan mengampuni kalian, dan Ia adalah Lebih Pengasih dari para pengasih’.” (QS. Yusuf: 92) Beliau memaafkan seluruh kriminalitas dan kejahatan yang pernah mereka lakukan seraya mengucapkan sabda beliau yang spektakuler: “Pergilah! Kalian bebas.”

Mukjizat Ilmiah

Dengan merujuk kepada buku-buku yang memuat sabda, pidato dan nasihat-nasihat beliau secara panjang lebar, mukjizat ilmiah beliau ini dapat dipahami dengan jelas.

Mukjizat Amaliah

Dapat diakui bahwa seluruh perilaku beliau dari sejak lahir hingga wafat adalah sebuah mukjizat. Dengan sedikit merenungkan kondisi dan karakteristik masyarakat Hijaz, khususnya masyarakat kala itu, kemukjizatan seluruh perilaku beliau akan jelas bagi kita. Beliau bak sebuah bunga yang tumbuh di ladang duri. Beliau tidak hanya tidak terpengaruh oleh karakteristik duri-duri itu, bahkan beliau berhasil merubahnya. Beliau tidak hanya terpengaruh oleh kondisi kehidupan masyarakat kala itu, bahkan beliau berhasil mempengaruhi gaya hidup mereka.

Dalam kurun waktu dua puluh tiga tahun, beliau telah berhasil melakukan empat pekerjaan besar dan fundamental meskipun banyak aral melintang dan problema yang melilit. Masing-masing pekerjaan itu dalam kondisi normal semestinya memerlukan usaha bertahun-tahun untuk dapat tegak berdiri sepanjang masa. Keempat pekerjaan besar itu adalah sebagai berikut:

Pertama, berbeda dengan agama-agama yang sedang berlaku pada masa beliau, beliau mendirikan sebuah agama baru yang bersifat Ilahi. Beliau telah berhasil menciptakan banyak orang beriman kepada agama tersebut sehingga sampai sekarang pun pengaruh spiritual beliau masih kuat tertanam di dalam lubuk hati ratusan juta pengikutnya. Menjadikan seseorang taat adalah sebuah pekerjaan yang mudah. Akan tetapi, menundukkan hati masyarakat, itu pun sebuah masyarakat fanatis dan bodoh tanpa syarat dan menjadikan mereka taat dari lubuk hati bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah.

Kedua, dari kabilah-kabilah berpecah-belah yang selalu saling bermusuhan dan memiliki hobi berperang, beliau berhasil sebuah umat yang satu dan menjalin persaudaraan, persamaan, kebebasan dan kesatun kalimat dalam arti yang sebenarnya di antara mereka. Setelah beberapa tahun berlalu, beliau berhasil membentuk sebuah umat yang bernama umat Muhammad saw. Hingga sekarang umat ini masih eksis dan terus bertambah.

Ketiga, di tengah-tengah kabilah yang berpecah-belah, masing-masing memiliki seorang pemimpin, biasa melakukan pekerjaan secara tersendiri dan tidak pernah memiliki sebuah pemerintahan yang terpusat itu, beliau berhasil membentuk sebuah pemerintahan yang berlandaskan kepada kebebasan dan kemerdekaan yang sempurna. Dari sisi kekuatan dan kemampuan, pemerintahan ini pernah menjadi satu-satunya pemerintahan mutlak di dunia setelah satu abad berlalu.

Beliau pernah menulis enam surat dalam satu hari kepada para raja penguasa masa itu dan mengajak mereka untuk memeluk Islam, raja-raja yang menganggap diri mereka berada di puncak kekuatan dan meremehkan kaum Arab.

Ketika surat beliau sampai ke tangan raja Iran dan melihat nama beliau disebutkan di atas namanya, ia marah seraya memerintahkan para suruhannya untuk pergi ke Madinah dan membawa Muhammad ke hadapannya.

Ya! Para raja itu berpikir bahwa bangsa Arab adalah sebuah bangsa yang tidak akan menunjukkan reaksi apa pun di hadapan pasukan kecil seperti bala tentara Habasyah. Bahkan, mereka akan lari tunggang-langgang meninggalkan Makkah dan kehidupan mereka, serta berlindung ke gunung-gunung. Mereka tidak dapat memahami bahwa bangsa Arab telah memiliki seorang pemimpin Ilahi dan mereka bukanlah bangsa Arab yang dulu lagi.

Keempat, dalam kurun waktu dua puluh tiga tahun, beliau telah menetapkan dan menunjukkan sederetan undang-undang yang mencakup seluruh kebutuhan umat manusia. Undang-undang ini akan tetap kekal hingga hari Kiamat, dan mempraktikkannya dapat mendatangkan kebahagiaan umat manusia. Undang-undang ini tidak akan pernah layu. “Kehalalan Muhammad adalah halal selamanya hingga hari Kiamat dan keharamannya adalah haram selamanya hingga hari Kiamat.”[1] Undang-undang ini akan selamanya hidup kekal. Di hauzah-hauzah ilmiah selalu dibahas dan


didiskusikan oleh para fuqaha besar dalam sebuah obyek pembahasan fiqih, Furu’uddin dan kewajiban amaliah.

Mukjizat Ma’nawiyah

Mukjizat abadi beliau adalah al-Quran yang telah turun kepada beliau dalam kurun waktu dua puluh tiga tahun, dan dari sejak saat itu hingga sekarang selalu mendapatkan perhatian dan penelaahan dari berbagai segi oleh seluruh masyarakat dunia. Kitab ini berhasil membangkitkan rasa heran para ilmuan dan sepanjang masa masih memiliki kekokohan dan kedudukannya yang mulia. Kitab ini terselamatkan dari segala bentuk tahrif, pengurangan dan penambahan. Ratusan tafsir dan buku tentang hakikat arti dan kosa katanya telah ditulis. Allah telah menjamin keterjagaannya dalam firman-Nya:
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَ إِنَّا لَهُ لَحَافِظُوْنَ
“Kami-lah yang telah menurunkan al-Quran ini dan Kami pulalah yang akan menjaganya.”

Mukjizat Keturunan

Salah satu mukjizat beliau yang lain adalah keturunan suci beliau yang terjaga dari dosa. Hanya kedudukan tinggi kenabianlah yang mampu menghaturkan putri-putri dan para imam ma’shum seperti ini kepada masyarakat. Seseorang yang sadar dengan memperhatikan ilmu, kehidupan, ucapan dan perilaku Ahlubait as akan mengakui bahwa setiap dari mereka, sebagaimana al-Quran, adalah dalil tersendiri atas kenabian Rasulullah saw. Seandainya tidak ada dalil lain untuk membuktikan kenabian Rasulullah saw kecuali keberadaan keturunan semacam itu, hal itu sudah mencukupi dan hujjah sudah sempurna. Pembahasan panjang-lebar tentang masalah ini tidak relevan untuk kesempatan pendek ini.

bersambung.....
0 komentar

tugas tayarat



السؤال الأول :
إشرح شرحا نقديا مفهوم المادية الجدلية عند أصحاب الماركسية الشيوعية ؟؟.......
السؤال الثّاني :
بين أصول الوجودية وموقفها من الدّين والقيم الإنسانية، وموقف الإنسان من الوجودية؟.....
السؤال الثالث :
عرّف عن مذهب التطوّر، رجال المذهب، وأفكار المذهب، ثم بين رأيك عن هذا المذهب؟.....
الإجابة :
الجواب للسؤال الأول :
يميل البعض لإطلاق إسم الماركسية على المادية الجدلية والمادية التاريخية نسبة إلى الفيلسوف الااقتصادي الألماني كارل ماركس الذي عاش في القرن التاسع عشر في ألمانيا والذي أصدر وزميله فردريك إنجلز دعائم النظرية وأطلقا البيان الشيوعي الشهير، إلا أني لا أتفق مطلقا مع التسمية ليس فقط لأن فيها قصر لكل منجزات من أسهم في هذه الفلسفة رغم أن لماركس الفضل الاكبر ولكن أيضا لأنها تسمية لا علمية ولا تتوافق وروح النظرية نفسها ، وعلى ذلك فإن الكثير من المراجع عمدت لإطلاق إسم ماركسية على المادية الجدلية والمادية التاريخية، في التعريف نجد مثلا:
الماركسية هي القوانين الطبيعية التي تتحكم في حركة المجتمع منذ نشوء اول مجتمع انساني وفي مختلف مراحل تطور المجتمعات البشرية وستبقى تعمل طالما وجدت مجتمعات بشرية على الارض .

إن الماركسية نظرة علمية للعالم، وهي النظرة الوحيدة العلمية أي التي تتفق مع العلوم الاخرى التي تخبرنا أن الكون حقيقة مادية، وأن الإنسان ليس غريبا على هذه الحقيقة، وأنه يمكنه معرفتها، ومن ثم تغييرها كما تدل على ذلك النتائج العملية التي توصلت إليها مختلف العلوم.
وليست المادية الماركسية مماثلة للعلوم لأنها لا تتخصص في جانب معينا من جوانب الواقع كما تفعل العلوم بل هي تسعى لفهم العالم.

التعريفات المقتضبة السابقة بتقديرنا تنصرف إلى التوظيف الذي قام به ماركس للمادية الديالكتيكية في دراسة التاريخ أي المادية التاريخية كما هي عند ماركس ، وهنا يقتضي التنويه إلى جواز استعمال وصف الماركسية للدلالة على نتاج تطبيق ماركس للمادية الديالكتيكية في فهمه للتاريخ وهذا بوجه أكثر خصوصية ينصرف إلى عمله الموسوعي الهام كتاب رأس المال وعليه فإن يقول شخص ما أنه ماركسي فهذا معناه على وجه الخصوص أنه مقتنع برؤوية ماركس للتاريخ وتطوره التي تضمنها على وجه الخصوص عمله هذا.
لذا فإنه ليس كل مادي ديالكتيكي ماركسي ولكن كل ماركسي هو مادي ديالكتيكي بالضرورة ؛ المادية الديالكتيكية تقوم على أسس علمية مستقاة من التطور والفهم العلمي للوجود المادي بعامته وهي القراءة الواعية إذن لقوانين التطور أي قوانين الجدل أما المادية التاريخية فهي تطبيق ذلك العلم الفلسفي في فهم تطور التاريخ.

ان ماركس يعتبر ان التاريخ هو تاريخ الصراع الطبقي (وهو الأساس الذي يقوم عليه الفكر الشيوعي) الذي يعتبره المحرك الاساسي للتاريخ. ان ما يسمية البناء الفوقي الذي هو الانظمة السياسية، القيم الاجتماعية، والاديان، هي انعكاس للواقع الطبقي والمادي المعاش (يحاول هنا إظهار الأديان كأنها نتاج صراعات وليس مناهج ربانية لعدم إيمانه بوجود خالق لهذا الكون أصلاً). ان هذا ينسجم مع النزعة المادية لتفسير التاريخ المتناقض مع النزعة المثالية لتفسير الاخير. قام ماركس بقلب ديالكتيك هيغل "رأسا على عقب". ان المادية الجدلية تعتمد أساسا على مفهوم الحركة الدائمة "الذاتية" (أي أن الكون يسيّر نفسه !!!!!) أي عدم الحاجة إلى محرك خارجي وهي تتعارض مع المادية الكلاسيكية السكونية التي تعتبر أن الفكرة هي انعكاس سكوني للمادة.(وهي فكرة أكثر عقلانية لكنها خاطئة أيضاً فلا يمكن للجامد أن ينتج المتحرك.) من هذا المنطلق فان المادية الجدلية تنفي الحاجة إلى محرك أولي للكون وللحياة (إلحاد). ان نظرية النشوء لداروين والنظريات البيولوجية الحديثة تثبت صحة المادية الجدلية. (هذه النظريات تم تفنيد معظمها فهي نظريات تم إثباتها قديماً بشكل غير موضوعي لانها تمثل الصراع التاريخي بين العلم والنظام الكنسي. - كاتب المقال مادي كما يظهر هنا
الجواب للسؤال الثاني :
الاسلام وحدة متكاملة,, لا يقبل التجزؤ ولا الانقسامات، وليس في الاسلام حزبية ولا تعددّية، وإنما هو حزب الله، الذي يجمع الناس على شرع الله الذي شرع لعباده، كما قال سبحانه: (رضي الله عنهم ورضوا عنه، أولئك حزب الله، ألا إن حزب الله هم المفلحون) (22 المجادلة).
ولم يأت في شرائع أنبياء الله، عليهم الصلاة والسلام أنهم اختلفوا فيما يدعون اليه، وأن لبعضهم فكراً غير الآخر، من أولهم الى آخرهم، بل هدفهم واحد، وغايتهم التي يدعون اليها، واحدة لم تختلف، وهي الدعوة الى اخلاص العبادة لله سبحانه، يقول سبحانه: (وما أرسلنا من قبلك من رسول إلا نوحي اليه أنه لا إله إلا أنا فاعبدون), (25 الأنبياء).

وما دام أن الدين واحد، والإله المعبود واحد، فإن البشرية السائرة على منهج الله، الذي رضيه لعباده لا تختلف، ولا تتباين أفكارها واهدافها,, وإنما الفرقة والاختلاف، تأتي مع البعد عن منهج الله السليم، وباختلاف القلوب الناتج عن ضعف الوازع الديني,, وهو الإيمان الذي محله القلب.
وهذا الاختلاف هو الذي به يحصل الفشل، وتعدد الآراء بحيث كلٌ يصوّب رأيه، ويسفه رأي غيره، وتدب الفرقة بين الجماعات المتآلفة بوحدة الدين الحق.
وقد بيّن الله في عدة اماكن من كتابه الكريم ان حزب الشيطان هو الذي يدعو الى ما فيه الفرقة والخسارة، وأن أهل الضلال هم الذين يتفرقون أحزاباً ليتداولوا أمرهم في الإفساد والتفرقة، يقول سبحانه: (فتقطّعوا أمرهم بينهم زبراً، كل حزب بما لديهم فرحون) (53 المؤمنون).
ومن اهتم بالأحزاب في كل مجتمع ودرسها دراسة الفاحص، بعد عرضها على المحك السليم، والمهمة التي خلق الإنسان من أجلها في هذه الحياة الدنيا، فإنه سيدرك التباين الكبير، كالتباين بين ضلعي المثلث منفرج الزاوية:
فالإسلام يدعو للوحدة، والحزبية والمذهبية تدعوان الى التعددية والفرقة، والإسلام يدعو الى المحبة، والألفة، والحزبية تدعو الى البغضاء والتشاحن، والإسلام تدعو تعاليمه الى حسن الرابطة مع الله بإخلاص، والحزبية تدعو الى تمجيد الأشخاص، وأفكارهم، وقد تدعو الى التمرد على الدين، إن لم يصاحب ذلك إلحاد.
فقد روى الإمام أحمد وأبوداود والنسائي عن أبي الدرداء رضي الله عنه قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: (عليكم بالجماعة فإنما يأكل الذئب من الغنم القاصية.
وأحاديث الدعوة للجماعة كثيرة، منها ما يأتي في خطبته صلى الله عليه وسلم بقوله لأمته: (وعليكم بالجماعة فإن يد الله مع الجماعة),, ومنها ما يأتي في أحاديثه عليه الصلاة والسلام ونهيه عن الفرقة.
وما دخلت الحزبية مجتمعاً إلا أفسدته، وبثّت العداوة بين أفراد ذلك المجتمع، ونزع الله البركة من تلك الأمة، في الأقوات والأرزاق، وفي الأعمال واستثمار الوقت.
وفي عصرنا الحاضر تعدّدت المذاهب، وتنوّعت التيارات، وأصبح في كل مجتمع - إلا من رحم الله - من يرفع صوته بنداء لنفسه، تقليداً لمجتمعات الغرب والشرق، مثلما أخبر صلى الله عليه وسلم بقوله الكريم: (لتتبعنّ سنن من كان قبلكم حذو القذّة بالقذّة حتى لو دخلوا جحر ضبّ لدخلتموه) قيل يا رسول الله: اليهود والنصارى؟! قال: فمن، أي فمن المعني غيرهما), 

وقد الّف مارتين دودج كتاباً صغيرا طبع عام 1965م الطبعة الثانية مترجماً للعربية سماه: اعرف مذهبك,, أورد فيه اكثر من 33 مذهباً قال في مدخله: وما اكثر ما تختلط هذه العناوين وتتداخل بعضها في بعض، ليفضي هذا التداخل والاختلاط العجيب، الى الفوضى والارتباك والتّبلبل، والى القذف والتشهير والتراشق (ص 7), وليس هذا هو التعريف المنفّر منه للمذهبية ولكن المؤلف يذكر توضيحات تبين نزعات اصحاب المذاهب وأهدافهم التي يتحدّثون عنها وتخالفها أعمالهم إذا وصلوا لمآربهم فيقول: يتبّع أنصار تلك المذاهب المختلفة طرقاً متباينة، ولكنهم ينادون بالإجماع ان هدفهم واحد، (مجتمع صالح، وحكومة كاملة رشيدة) وبعد المقارنة والتّقصِّي تبيّن أن الصورة الرمزية الخيالية لما يدعون اليه، تتغير بمرور الوقت فتبهت جدّتها، وتفقد سناء لونها، وخاصة في العصر الذي نعيش فيه (ص 10
والوجودية التي هي موضوع حديثنا اليوم هي مذهب من المذاهب الكثيرة في هذا العصر، اشتهر بها جان بول سارتر الفرنسي الملحد، الذي اغتّر به، وبمنهجه الأدبي بعض شباب المسلمين حباً في التقليد، ونفوراً من الأصالة في الجذور الأدبية والفكريه الاسلامية,, وسمّوا مذهبه في الأدب: الالتزام, كما جاء في كتابه ما الأدب.
         وهو يعني بالالتزام، الثبات والدعوة لمذهبه الوجوديّ الذي يعبّر عن فكره الإلحاديّ، ويريد به إثبات وجود نفسه، حتى يمكن ان تعرفه بذاته,, وهو يريد بذلك وجوداً، غير الغاية التي أوجده الله لها، حيث خلق الله الإنسان لمهمة جليلة هي عبادة الله وحده، والخلافة في الأرض,, كما بيّن ذلك القرآن الكريم.
          وعن نشأة الوجودية يقول الدكتور عبدالرحمن عميرة في كتابه: المذاهب المعاصرة وموقف الإسلام منها: عبر العصور الغابرة، كانت تظهر في حياة البشرية يقظات وجودية، تهتف بأن الإنسان هو المشكلة الاساسية التي يجب ان يكون له اولوية الصدارة في الفكر الانساني,, الى ان قال: ولما جاء الإسلام وجدت الانسانية في كتابه منهجاً متكاملاً عن النفس وطبائعها، النفس وخصائصها، النفس المطمئنة والنفس المؤمنة، والنفس اللوّامة، والنفس الأوّابه,, ولم يهمل الاسلام - وهو من لدن اللطيف الخبير - ان يضع لها العلاج اذا مرضت، ويبيّن لها طريق الهدى اذا انحرفت,, ولكن هذا لم يمنع من ضلال بعض البشر، ونفورهم عن هدي الشرائع، فكانت تظهر بين الحين والآخر، دعوات تطالب الانسان بالانفلات من قيود الدين، ومسايرة هوى النفس.
فمرة تحمل اسم (المانوية): وتدعو الناس الى الرهبنة والخلاص من هذه الدنيا، وتدين بالولاء لإلهين - إله النور وإله الظلمة - وتصدق ببعض الرسل وتكفر بالبعض الآخر.

ومرة أخرى (فردكيّة): تحل النساء، وتبيح الأموال، وتجعل الناس شركة فيها، كاشتراكهم في الماء والنار والهواء - وثالثة: (باطنية): تعلن الإلحاد، وتستحل المحرمات، وتبيح تزويج الأخوات والبنات.

ورابعة وخامسة: بابكيّة، وخرميّة، وإلحادية وغير ذلك كثير، مما لا يحصره حدّ، ولا يقع تحت عدّ.

حتى جاء عصر النهضة - في أوروبا - وتخلّص فيه رجال الفكر من سلطان الكنيسة في أوروبا، وتحرروا من ربقة الدين ايضا.

فجاء ديكارت ليرفع من قيمة العقل، ويعوّض سلطان الكنيسة، ويطالب بتحكيم المنطق.

فلما جاء بسكال رفض أصول المذهب (الديكارتي) الذي عني فيه، عناية خاصة بالعلم وتعمق في موضوعاته، ولم يهتم بمصير الإنسان وحياته وموته الا قليلاً,, ويمكن الجزم بأن بسكال هو الذي رسم طريق الوجودية الحديثة، وخطط معالمها، ووضع المعالم العريضة لهياكل نماذجها المتباينة، ثم جاء (سورين كير كجورد) الذي يعتبره رجال الفكر في الغرب الأب الرسمّي لمدرسة الوجودية والذي نصب نفسه لمهاجمة نظرية المطلق (لهيجل) وعارضها ب (الوجود المطلق) (ص 216 – 217)
وفي الموسوعة العربية الميسرة جاء عن الوجودية بأنها: مدرسة فلسفية معاصرة ذات شعب ثلاث: الوجودية المسيحية عند كير كجارد، ومؤدّاها أن قلق الإنسان يزول بالايمان بالله، والوجودية الإلحادية عند هيدجر، ومارثر: تجعل الانسان مطلق الحرية في الاختيار مما يترتب عليه قلقه ويأسه، والوجودية المسيحية التي ينشدها ماريتان، ويقيمها على فلسفة توما الأكويني، فيقول: إن الإيمان بالله يحدّ من الرغبة في الوجود، والخوف من العدم، والأساس المشترك بين الشعب الثلاث: أن الوجود الإنساني هو المشكلة الكبرى.

فالعقل وحده عاجز عن تفسير الكون ومشكلاته وأن الانسان يستبد به القلق عند مواجهته مشكلات الحياة، وأساس الأخلاق قيام الإنسان بفعل إيجابي، وبأفعاله تتحدد ماهيته، وإذن فوجوده الفعلي يسبق ماهيته, (2: 1945), وصدق علي رضي الله عنه بقوله: لو كان الدين بالعقل لكان المسح على باطن الخفين أولى من المسح على ظاهرها.

وفي الجزء الأول عند المرور ب جان بول سارتر جاء عنه: فيلسوف وأديب فرنسي ولد عام 1905م، اقترنت باسمه الفلسفة الوجودية اشتغل بالتدريس، ثم انخرط في الجيش، وفي عام 1950م انشأ مجلة العصور الحديثة، التي تتضمن أبحاثا وجودية، في الأدب والسياسة اطلق كلمة وجودية على فلسفته دون سائر فلسفات الوجود، وأحرزت مؤلفاته نجاحاً جعله الممثل الأول للوجودية في فرنسا، أهم مؤلفاته الوجود والعدم الذي خرج عام 1943م (1: 942).

ومن هنا ندرك ان الوجودية تعني خلوّ القلب من الإيمان، فيكون خاوياً، ليفكر صاحبه في التعبير عن نفسه، ومحاولة إثبات وجوده، بنظرية فلسفية، يمكن ان يعبر بها شخص بأسلوب يختلف عما يعبر به الآخر,, وذلك لأن العقل انحلّ من القيادة الدينيّة التي توصله لمرفأ السلامة,, فتاه في تفكيره والبحث عن ذاته.

وهذه هي النظرة العامة للمذاهب الفكرية المتعددة، التي تدعو لحبّ الظهور، وإبراز الذات، بوسيلة الانقاص من الآخرين,, بعكس ما يدعو اليه الاسلام، من السمع والطاعة وبذل النصيحة بصدق واخلاص لله ولرسوله ولأئمة المسلمين وعامتهم,, والنصيحة لله تقضي الاهتمام بكتاب الله المنزّل، واتباع شرع الله، وعدم الخروج عن جماعة المسلمين، لأن المسلم محكوم بأوامر دين الله، طاعة وحسن استجابة، لأمر الله، وأمر رسوله صلى الله عليه وسلم وقيادة الفكر، بزمام تعاليم الإسلام حتى لا يتوه هذا الفكر في فلسفات تبعده عن جادّة الصواب.

وقد بحث المجمع الفقهي الإسلامي لرابطة العالم الاسلامي في مكة المكرمة: الوجودية ضمن الفرق والنحل التي جدّت حديثا في المجتمعات الإسلامية، وأدخل بعضها في الاسلام قسراً مع جذب أفكار الفلاسفة، الذين انحرف بهم فكرهم الى متاهات مظلمة لم يستطيعوا الخروج منها.

كان ذلك في الدورة الثانية، المنعقدة من 26 شهر ربيع الآخر 1399ه الى 4 جمادى الأولى 1399ه والقرار الاول حول الوجودية وهذا نصه:

الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على رسوله الأمين وبعد: فقد درس مجلس المجمع الفقهي البحث الذي قدمه الدكتور: محمد رشيدي عن (الوجودية) بعنوان: (كيف يفهم المسلم فكرة الوجودية) وما جاء فيه من شرح لفكرتها ولمراحلها الثلاث التي تطور فيها هذا المذهب الأجنبيّ الى ثلاثة فروع تميّز كل منها عن الآخر، تميزاً اساسياً جذرياً حتى يكاد لا يبقى بين كل فرع منها والآخر صلة، أو جذور مشتركة.

وتبيّن أن المرحلة الوسطى منها كانت تطوراً للفكرة من اساس المادية المحض التي تقوم على الإلحاد وإنكار الخلق إلى قفزة الإيمان بما لا يقبله العقل.

وتبيّن ايضا ان المرحلة الثالثة رجعت بفكرة الوجودية الى الإلحاد الانحلالي يستباح فيه تحت شعار الحرية، كل ما ينكره الاسلام والعقول السليمة.

وفي ضوء ما تقدم بيانه يتبيّن أنه حتى فيما يتعلّق بالمرحلة الثانية المتوسطة من هذه الفكرة، وهي التي يتّسم أصحابها بالإيمان بوجود الخالق والغيبيّات الدينيّة وإن كان يقال إنها ردّ فعل للماديّة والتكنولوجيا والعقلانية المطلقة.

وكل ما يمكن ان يقوله المسلم عنها في ضوء الاسلام: هو أن هذه المرحلة الثانية منها، او عقيدة الفرع الثاني من الوجودية، رأي اصحابها في الدين، على اساس العاطفة دون العقل، لا يتفق مع الأسس الاسلامية في العقيدة الصحيحة، المبنيّة على النقل الصحيح، والعقل السليم في إثبات وجود الله تعالى، وما له من الأسماء والصفات، وفي إثبات الرسالات على ما جاء في كتاب الله تعالى، وسنة رسوله صلى الله عليه وسلم.

وبناء على ذلك يقرر المجلس بالاجماع: أن فكرة الوجوديّة في جميع مراحلها وتطوراتها وفروعها، لا تتفق مع الإسلام، لأن الاسلام إيمان يعتمد النقل الصحيح، والعقل السليم معاً في وقت واحد.

فلذا لا يجوز للمسلم بحال من الأحوال ان ينتمي الى هذا المذهب، متوهماً أنه لايتنافى مع الاسلام، كما أنه لا يجوز بطريق الأولوية ان يدعو إليه، او ينشر افكاره الضالة.

الجواب للسؤال الثالث :
تعريفه، رجاله، أفكاره، ورأيي عن هذه القضيّة.
ولد تشارلز داروين فى انجلترا يوم 12 فبراير 1809م وتوفى عام 1882م فهو من مفكرى القرن التاسع عشر الذى كان له اثر بعيد المدى فى تطور الفكر العلمانى فى القارة الاوربية وقتذاك .
وقد اصدر داروين كتابه (اصل الانواع) عام 1859م ، وذهب فيه الى ان انواع الاحياء –جميعا- وهى النبات والحيوان والانسان لم يخلق كل نوع منها خلقا مستقلا . بل كان لها اصل واحد هو الخلية البسيطة (البروتبلازم) ثم ظهر الحيوان الدودى ثم الشوكيات ثم النشويات . ثم ظهرت صور جديدة من الحيوان دل وجودها على وقوع انقلاب خطير فى سير الحياة واصبح لهذه الصورة حبل متين تدرج بواسطة التطور الى تكوين الفقار ، فوجدت الفقاريات واللافقاريات . ثم نشات البرمائيات كالضفادع ثم تدرج سلم التطور من البرمائيات الى الزواحف كالحيات . ومنها شات الطيور وذوات الثدى . ومن ذوات الثدى نشات القردة ومن القردة نشات البشريات او الانسان.
ويمضى داروين فى شرح نظريته فيرى ان الانواع وجدت على الطبيعة متاثرة بالظروف الخارجية المحيطة بها ، وانها –اى الانواع- اخذت تتطور عن طريق الصراع وطلبا للبقاء . وان الطبيعة كانت تبقى الاصلح وتزدرى غير الاصل وهذا هو ما يسمى مذهب النشوء والارتقاء ب (الانتخاب الطبيعى) اى اختيار الطبيعة لبقاء الاصلح وانقراض غيره من الدنايا .
وانت ترى ان التطور عند داروين بدا من نقطة هى (البروتويلازم) وهو الصورة البدائية للحياة . وانتهى عند نقطة هى (البشريات او الانسان) وانتهى داروين الى ان الانواهع الحالية على اختلافها يمكن ان تفسر باصل واحد او ببضعة اصول تمت وتكاثرت وتنوعت فى زمن مديد بمقتضى قانون (الانتخاب الطبيعى) او (بقاء الاصلح) وهو القانون اللازم من (تنازع البقاء).
وداروين لم يكن اول من ذهب الى هذه الفكرة فقد قال بها قبله كثيرون ومنهم من عمم فكرة التطور هذه حتى شملت نوعى الكون وهما : المادة غير العضوية . والمادة العضوية بانواعها الثلاثة : النبات والحيوان والانسان وممن ذهب هذا المذهب (التطور العام فى العضويات وغير العضويات) هربرت سبنسر (1820-1903) وهو من معاصرى داروين . ومن قبل سبنسر هاملتون (1788-1856) وعمانويل كانت (1724-1804م).
فالفكرة كانت مطروحة قبل داروين وفى ايام حياته ، ولكن داروين تحاش القول بالتطور العام واقتصر على احد شقيه ، وهو تطور الكائنات العضوية . ولهذا الاختيار عند داروين سبب احسن استاذنا العقاد فى الحديث عنه او : الكشف عنه ، وخلاصة ما ذكره العقاد يفهم منه ان داروين صرف عن القول بالتطور العام خشية الوقوع فيما وقع فيه سبنسر والقائلون به لانهم صدموا بعدم معرفة الاصول الاولى المؤثرة فى تطوير الكون فلم يجروا على تفسيرها ولم يجرؤا على انكارها !.
ولذلك ارتضى سبنسر ان يقف التطويرون العامون بالمعرفة الانسانية عند الاثار الظاهرة التى يدركونها ، وان يحجموا عما وراءها بما لا يدرك لا بالعقل ولا بالحواس . فالمعرفة الانسانية عند التطويريين العامين نوعان : نوع مدرك لانه ظاهر ونملك وسائل ادراكه ونوع غير مدرك مع انه موجود ولكننا لا نملك الوسيلة الموصلة اليه.
النوع الظاهر هو المؤثرات الطبيعية فى الكائنات العضوية وهو ما اقتصر عليه داروين، اما النوع غير الظاهر فهو يتلخص فى هذا السؤال المزدوج
          (ماذا خارج الكون كله يرجع اليه تطور الكون منذ البداية الاولى ؟ وكيف يتفق القول بالتطور والقول بالابدية التى لا اول لها ولا اخر اذا قيل ان الكون موجود بلا ابتداء ولا ختام ؟).
وهذه وقفة ناقدة وذكية تمدح للاستاذ العقاد . وارجو من القارىء ان يحتفظ بها ريثما نعود بعد قليل .
ومن المستحسن بعد ان بينا فى ايجاز محور نظرية داروين ان نعرض لصلتها بالفكر العلمانى وتطوره من خلال اثارها على العقل والثقافة فى اوربا بعد ذيوعها .
ورأيي أنّ المسلم لا يحتاج الى عقيدة فى الانسان غير العقيدة التى جاء بها القرآن هذه العقيدة القرآنية تجىء العقائد ثم تذهب اشبه ما تكون بموديلات الموضة وهى ثابتة لا تزول ولا تتبدل ولا تخضع للطوارىء والتغيرات ، لانها خبر صادق حكى الواقع فى امانة وصدق . بينما كل عقيدة بديلة تقوم على الاوهام حينا والتخمينات حينا اخر . والخبر الصادق لا يقبل النفى . وكل من حاول نفيه ركب متن الشطط وتاه فى ضلال الاوهام .
0 komentar

آراء الإمام الغزالي في إتفق العلماء على أن صفة الكلام لله تعالى قديمة وواحدة وغير متعددة


آراء الإمام الغزالي في إتفق العلماء على أن صفة الكلام لله تعالى قديمة وواحدة وغير متعددة علما بأن المضمون الكلام يشمل على أمر، ونهي، والخبر، والإستخبار

            الإمام الغزالي في إستدلاله على هذه الصفة يذكر نفس الإستدلال الذي ارتضاه عند الإستدلال على صفتي السمع والبصر. وخلاصة هذا الإستدلال تعود على فكرتي الكمال والأكمل. والدليل يتخلص إلى قول : إن الكلام في المخلوق إما أن يكون كمالا، ان يكون نقصا، أو يكون لا كمال ولا نقصا.     فهذا إقتراضات ثلاثة يسقط منها بالإستحالة العقليّة إرتفاع الوصف بالكمال والنقص، إذ أن الكمال والنقص لا يرتفعان عن الموصوف في وقت واحد. وإذا كان الكلام والوصف به كمال للمخلوق، فهذا الكمال يثبت للخالق من باب الأولى.
            ويستنتج الإمام الغزالي بعد ذالك أن الطريق الوحيد المأمون وهو بطريق الذي يتخذ من فكرتي الكمال والأكمل أساسا متينا يعتمد عليه.
الكلام المفروضة لله تعالى لا تخرج عن الإحتمالات التالية، فكلام الله عزّ وجل منها:
1. يحتمل أن يكون حرفا وأصواتا قائمة بذاته تعالى.
أن الكلام الذي هو حرف وصوت يعد كمالا بالنّسبة للمخلوق، ولا للخالق. ذلك أن أقل ما فيه من النقص أنه حادث، والحوادث لا تقوم بذاته تعالي.
وعلى الجملة فإن هذا الفرض ( فرض ان يكون الله متكلما بحرف وصوت) لا يعد كمالا بالنسبة لله تعالي، وإن كان يعد كمالا بالنسبة للمخلوق.
2. يحتمل أن يكون الله تعالي متكلما بمعني أن يكون قادرا على خلق الصوت والحرف.
والمسألة لا تخرج عن أمرين :
·         إما أن يكون االله تعالي قد خلق الكلام الذي هو الحرف والصوت في محل أخر غير ذاته.
·         وإما أن يكون الله قد خلقه في ذاته، وهو محال لإستحالة قيام الحوادث بذاته.
ولم يبق عندنا احتمال آخر نحمل تفسير كلام الله تعالي عليه إلا أن يكون إحتمالا غير معقول، وغير المعقول لا يمكن إثباته.
مناقشة الإمام الغزالي لهذا الموقف :
ويرى الإمام الغزالي أن الذي يتأمل هذا الموقف السابق يجد أنه صحيح في تقسيماته، وصحيح أيضا في رد الإحتمال الأول و الثاني فيما ذكره من الإحتمالات، ولكنه غير موافق في رد الإحتمال الثالث، وهو أن يكون هناك الله تعالي هي صفة الكلام خارجة عن نطاق القدرة على خلق الأصوات والحروف. وهذا الإحتمال الأخير حين يثبت لله صفة الكلام إنما يثبتها على معنى الكلام النفسي الذي يعتبر الصوت والحرف من الأمور الدالة عليه.
أراء المنكرون لوصف الله تعالى بالكلام النفسي.
            و القياس من قولهم : إن الله كذالك لا يوصف بما يسمى بالكلام النفسي، ورأوا أن الكلام النفسي على ما يزعمه علماء الأمة خرافة لا لأصل لها في الواقع العلمي. وبيان ذلك عندهم أنهم يقولون : إنه ليس لدينا إلا ألفاظ متفرقة أو مجتمعة، ومعان تدل عليها هذه الألفاظ هي موجودة في ذهن الإنسان متفرقة أو مجتمعة.
            وأما القوة التي تقوم بترتيب الألفاظ والمعاني تسمي القوة المفكرة. وأما عملية ترتيب المعاني والألفاظ في داخل النفسي تسمي تفكيرا.
و أيضا هم يرون أن مظاهر ما يحدث في النفس أمور أربعة هي : الخبر، والإستخبار، والأمر، والنهي.
-          الخبر معناه أن يكون المرء قد علم بحقيقة أمر كالضرب.
-          الإستخبار معناه أن تكون هناك رغبة في النفس وشوق لمعرفة شيء معين.
-          الأمر معناه وجود رغبة في النفس وإرادة في أن ينصاع كائن آخر بعينهز
-          والنهي معناه وجود رغبة في النفس أن يحجم غير عن فعل شيء معين.
جواب الإمام الغزالي علي هذا ا لإعتراض.
ويجيب الإمام الغزالي على هذا الإعتراض بأن المعترض قد وقع أسيرا للوهم   ، وهو يحلل العمليات النّفسية. والعمليات النفسية لدقتها، وتشعب وظائفها وتداخلها، ولأنها لا تدرك بالحواس.
ولكي يتضح البيان، يجري الإمام الغزالي تجربة بالسلب، والتجربة بالسلب التي يجربها الإمام الغزالي تتمثل في نحو رجل إعتدي على عبده وغلامه بالضرب، فرفع الغلام مظلمته إلى الملك، فطلب الملك من سيده أن يمثل أمامه، وفهم السيد أن الملك سيوقع به العقوبةن إن لم يظهر براءته، فاحتج السيد على سلامة موقفه بأنه إنما أوقع به العقاب لأنه يعصي أمره، والدليل علي ذلك أنه مستعد أن يأمره بحضرة الملك ليرى الملك بنفسه أنه لا يطيع له أمرا، ثم يتوجه السيد إلى عبده أمرا له بالقيام أمرا لازما لا تردد فيه.
والإمام الغزالي يدفع في وجه هذا الإعتراض ويردده معتمدا علي امرين:
-          ان هذا الذي ذكرناه لو لم يكن أمرا، لما تمت الحجة على براءة السيد به عند الملك حين يعصي العبد الأمر الذي توجه إليه السيد به بين يدي الملك، ولكنه في الحقيقة قد تمت له الحجة وخلص له الدليل فثبت بذلك أم الأمر كان على حقيقته.
-          أن السيد إذا خرج من عن الملك، وأقسم بالله، أو بالطلاق أنه قد امر عبده بالقيام بين يدي الملك فعصاه.
ومن هنا فإن القوم يلتزمهم الحجة من خلال هذه التجربة السلبية أو يجب عليهم الإقرار بأن في النفس شيء يسمّي الكلام النفسي، وأن ما في اللسان دلّ عليه، و أن الكلامالنفسي ثابت لله، وأن الحروف والأصوات علي نحو ما هي في الحادثات مستحيلة عليه تعالي.
0 komentar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Waroeng Mukhtasor - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger