Featured Post Today
print this page
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label serba-serbi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label serba-serbi. Tampilkan semua postingan

SEJARAH AHMADIYAH QODIYANIAH

Ahmadiah didirikan di kota Qodian, India oleh Mirza Ghulam Ahmad pada tanggal 23 Maret 1889. Dalam perkembangannya, Ahmadiah terpecah menjadi dua aliran, yaitu Ahmadiah Qodiyan dan Ahmadiah Lahore. Ahmadiah Qodiyan berkeyakinan bahwa Ghulam Ahmad sebagai seorang nabi, sedangkan Ahmadiah Lahore berpendapat Ghulam Ahmad adalah seorang mujadid (pembaharu).
Ahmadiah masuk ke Indonesia pada tahun 1925 di daerah Tapak Tuan Pantai Barat Aceh melalui muballig I. Maulana Rahmad Ali dan terdaftar sebagai Jama’ah Ahmadiah Indonesia yang berbadan hukum berdasarkan Penetapan Kementrian Kehakiman RI No: JA.5/23/13 tanggal 13 Maret 1953. Yang terdaftar sebagai badan hukum adalah Jemaat Ahmadiah Indonesia bukan sebagai aliran atau paham keagamaan, sesuai dengan tugas dan kewenangan Departemen Kehakiman.

Menurut sudut pandang kaum muslimin, ajaran Ahmadiah (Qodiyan) dianggap melenceng dari ajaran Islam karena mengakui Ghulam Ahmad sebagai nabi. Hal tersebut bertentangan dengan pandangan kaum muslimin yang mengimani bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah nabi terakhir. Selain mempercayai empat kitab yang diakui kaum muslimin (Taurat, Zabur, Injil, dan Al-Qur’an), Ahmadiah juga wajib menyakini kitab suci Tadzkirah. Kitab tersebut mencampuradukkan beberapa ayat Al-Qur’an dengan perkataan nabi palsu Ghulam Ahmad.
Ahmadiah Qodianiyah Sebagai Antek Penjajah
Para komandan dan pemimpin imperialis Inggris berkumpul di London dan menggagas berbagai rencana untuk melawan Islam. Di antara hal yang mereka kaji adalah bahwa tidak ada kekuatan di dunia ini yang bisa menandingi mereka (Inggris) kecuali Islam. Oleh karena itu, untuk mendukung kekuatan imperialis, maka kekuatan Islam harus dipecah belah. Caranya bukan dengan menyerangnya, akan tetapi dengan mendirikan aliran sesat yang membawa nama Islam hingga akhirnya aliran sesat tersebut akan merusak pondasi dari ajaran Islam. Kemudian imperialis Inggris pun melakukan riset untuk menentukan orang-orang yang siap mendukung rencana mereka. Hingga akhirnya ditemukanlah orang yang dianggap paling berbahaya namun siap menjadi antek penjajah Inggris di India, orang tersebut yaitu Ghulam Ahmad Al-Ahmadi Al-Qodiyani. Ia berkata bahwa dirinya adalah seorang nabi yang diutus Allah dan wahyu turun kepadanya. Sumbangan terbesar yang diberikan nabi palsu Ghulam Ahmad terhadap Inggris adalah fatwanya yang menyatakan bahwa kaum muslimin tidak boleh angkat senjata terhadap imperialis Inggris, hal itu dikarenakan syari’at jihad telah dihapus. Tentu kaum imperialis sangat senang dengan dukungan yang diberikan oleh Ahmadiah tersebut, sehingga Inggris pun memberikan mereka bantuan apa saja mulai dari perlindungan, hingga berupa harta benda.
Ghulam Ahmad sendiri dilahirkan di desa Qodian, wilayah Punjab tahun 1839 M dari keluarga yang juga antek-antek imperialis Inggris. Bapaknya merupakan salah seorang yang berkhianat terhadap kaum muslimin. Ia sering berbuat makar dan membantu imperialis Inggris demi mencari jabatan. Ghulam Ahmad menyatakan bahwa ayahnya, Ghulam Murtadha termasuk orang yang memiliki hubungan yang baik dengan pemerintah Inggris. Ia memiliki kedudukan di kantor pemerintahan dan selalu membantu pemerintah (Inggris) setiap kali terjadi pemberontakan oleh rakyat.
Ketika mulai beranjak dewasa, Ghulam Ahmad mulai belajar buku-buku berbahasa Urdu dan Arab dari beberapa orang guru yang tidak terkenal. Ia bukanlah tergolong murid yang menonjol prestasinya.
Ghulam Ahmad selalu memberikan loyalitasnya kepada penjajah Inggris. Untuk itu semua, Ghulam Ahmad sangat antusias untuk memberikan arahan kepada para pengikutnya agar menjaga kesetiaannya kepada penjajah..
Hubungan Ahmadiah Qodianiyah dengan Kaum Muslimin
Banyak orang mengira bahwa Ahmadiah Qodianiyah adalah salah satu kelompok dalam Islam. Perbedaannya hanya pada masalah cabang (furu’iyah). Namun kesalahpahaman yang harus diluruskan adalah bahwa antara Ahmadiah dan Islam tidak ada hubungan apapun. Mereka hanya menipu manusia dan bersembunyi dibalik nama Islam. Apalagi dalam kitab mereka tertulis bahwa jika ada orang Islam meninggal dunia, maka tidaklah dishalati dan dimakamkan di tempat pemakaman mereka (Ahmadiah). Tidak pula boleh menikah dengan orang Islam dan tidak boleh bergaul dengan mereka. Hal itu disebabkan karena orang Islam adalah kafir menurut mereka. Seperti yang dijelaskan sendiri oleh nabi palsu Ahmadiah, Ghulam Ahmad, “Yang tidak beriman kepadaku, berarti tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.”
Khalifah kedua Ahmadiah menyatakan bahwa alasan mereka mengafirkan orang Islam karena sebagaimana tertulis dalam Al-Qur’an yang mengabarkan kafirnya seseorang yang mengingkari salah seorang rasul Allah. Oleh karena itu, barangsiapa yang mengingkari bahwa Ghulam Ahmad adalah nabi Allah, maka ia telah kafir sesuai dengan nash Al-Qur’an.
Inilah aliran Ahmadiah dan hakikat hubungan mereka dengan kaum muslimin. Mereka terkadang berpura-pura solat bersama kaum muslimin dan melakukan solat dibelakang imam dari kaum muslimin. Ini adalah penipuan yang nyata. Mereka telah mengafirkan siapa saja yang mengingkari kenabian Ghulam Ahmad. Maka bagaimana mungkin mereka membolehkan anggota Ahmadiah Qodianiyah shalat dibelakang “orang-orang kafir” dalam shaf mereka? Seandainya mereka shalat bersama kaum muslimin, maka mereka melakukannya hanya sekedar untuk berpura-pura, dan setelah itu mengulanginya kembali. Nabi palsu Ghulam Ahmad berkata, “Inilah madzhabku yang terkenal itu, bahwa mereka tidak boleh shalat dibelakang orang yang bukan dari Ahmadiah Qodianiyah. Inilah hukum Allah dan ini pula yang dikehendaki Allah.” Ghulam Ahmad menulis dalam bukunya Arba’in bahwa, “Allah mengilhamkan kepadaku bahwa sungguh haram kalian shalat dibelakang orang yang mendustakanku atau ragu-ragu dalam ketaatan kepadaku.”
Lebih dari itu, tidak boleh mengasihi orang-orang Islam sebagaimana fatwa dari dua orang mufti Ahmadiah Qodianiyah ketika ditanya, “Bolehkah seorang Ahmadiah Qodianiyah mengucapkan kepada orang selain Ahmadiah yang meninggal ‘semoga Allah merahmatinya dan memasukkannya kedalam surga?’” Mereka menjawab, “Tidak boleh, karena kekafiran mereka itu jelas. Oleh karena itu tidak boleh meminta ampunan untuk mereka.”
Koran milik Ahmadiah Qodianiyah, Al-Hukmu (edisi 14 April 1920) menyatakan, “Yang harus diperhatikan dalam masalah nikah adalah agar kita tidak memberikan anak-anak gadis kita dan tidak boleh dinikahi oleh kaum muslimin. Mereka itu seperti ahli kitab. Tidak boleh menyerahkan anak-anak gadis kita kepada mereka, namun boleh menerima anak-anak gadis mereka untuk kita nikahi.” Mahmud Ahmad (anak dari nabi palsu Ghulam Ahmad) mengatakan bahwa barangsiapa yang memberikan anak perempuannya kepada kaum muslimin, maka ia diusir dari jama’ah dan dianggap kafir.
Inilah hakikat kelompok Ahmadiah Qodianiyah. dari sisi hubungannya dengan kaum muslimin. Semoga Allah tetap menjaga agama-Nya dari kejahatan para penghianat.
1 komentar

ALLAH MERAHMATI WANITA BERJILBAB

ALLAH MERAHMATI WANITA BERJILBAB - 
Biasa kita dengar adalah ”Buat apa berjilbab kalau hati kita belum siap, belum bersih, masih suka ‘ngerumpi’ berbuat maksiat dan dosa-dosa lainnya, percuma dong pake jilbab! Yang penting kan hati! lalu tercenunglah saudari kita ini membenarkan pendapat kawannya.
Syubhat lainnya lagi adalah ”Liat tuh kan ada hadits yang berbunyi: Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk(rupa) kalian tapi Allah melihat pada hati kalian..!. Jadi yang wajib adalah hati, menghijabi hati kalau hati kita baik maka baik pula keislaman kita walau kita tidak berkerudung!. Benarkah demikian ya ukhti,, ??

Saudariku muslimah semoga Allah merahmatimu, siapapun yang berfikiran dan berpendapat demikian maka wajiblah baginya untuk bertaubat kepada Allah Ta’ala memohon ampun atas kejahilannya dalam memahami syariat yang mulia ini.

Jika agama hanya berlandaskan pada akal dan perasaan maka rusaklah agama ini. Bila agama hanya didasarkan kepada orang-orang yang hatinya baik dan suci, maka tengoklah disekitar kita ada orang-orang yang beragama Nasrani, Hindu atau Budha dan orang kafir lainnya liatlah dengan seksama ada diantara mereka yang sangat baik hatinya, lemah lembut, dermawan, bijaksana.

Apakah anda setuju untuk mengatakan mereka adalah muslim? Tentu akal anda akan mengatakan “tentu tidak! karena mereka tidak mengucapkan syahadatain, mereka tidak memeluk islam, perbuatan mereka menunjukkan mereka bukan orang islam. Tentu anda akan sependapat dengan saya bahwa kita menghukumi seseorang berdasarkan perbuatan yang nampak(zahir) dalam diri orang itu.

Lalu bagaimana pendapatmu ketika anda melihat seorang wanita di jalan berjalan tanpa jilbab, apakah anda bisa menebak wanita itu muslimah ataukah tidak? Sulit untuk menduga jawabannya karena secara lahir (dzahir) ia sama dengan wanita non muslimah lainnya.Ada kaidah ushul fiqih yang mengatakan “alhukmu ala dzawahir amma al bawathin fahukmuhu “ala llah’ artinya hukum itu dilandaskan atas sesuatu yang nampak adapun yang batin hukumnya adalah terserah Allah.

Rasanya tidak ada yang bisa menyangsikan kesucian hati ummahatul mukminin (istri-istri Rasulullah shalallahu alaihi wassalam) begitupula istri-istri sahabat nabi yang mulia (shahabiyaat). Mereka adalah wanita yang paling baik hatinya, paling bersih, paling suci dan mulia. Tapi mengapa ketika ayat hijab turun agar mereka berjilbab dengan sempurna (lihat QS: 24 ayat 31 dan QS: 33 ayat 59) tak ada satupun riwayat termaktub mereka menolak perintah Allah Ta’ala. Justru yang kita dapati mereka merobek tirai mereka lalu mereka jadikan kerudung sebagai bukti ketaatan mereka. Apa yang ingin anda katakan? Sedangkan mengenai hadits diatas, banyak diantara saudara kita yang tidak mengetahui bahwa hadits diatas ada sambungannya.
Lengkapnya adalah sebagai berikut:

“Dari Abu Hurairah, Abdurrahman bin Sakhr radhiyallahu anhu dia berkata, Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk tubuh-tubuh kalian dan tidak juga kepada bentuk rupa-rupa kalian, tetapi Dia melihat hati-hati kalian “(HR. Muslim 2564/33).

Hadits diatas ada sambungannya yaitu pada nomor hadits 34 sebagai berikut: “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk rupa kalian dan juga harta kalian, tetapi Dia melihat hati dan perbuatan kalian. (HR.Muslim 2564/34).

Semua adalah seiring dan sejalan, hati dan amal. Apabila hanya hati yang diutamakan niscaya akan hilanglah sebagian syariat yang mulia ini. Tentu kaum muslimin tidak perlu bersusah payah menunaikan shalat 5 waktu, berpuasa dibulan Ramadhan, membayar dzakat dan sedekah atau bersusah payah menghabiskan harta dan tenaga untuk menunaikan ibadah haji ketanah suci Mekah atau amal ibadah lainnya. Tentu para sahabat tidak akan berlomba-lomba dalam beramal (beribadah) cukup mengandalkan hati saja, toh mereka adalah sebaik-baik manusia diatas muka bumi ini. Akan tetapi justru sebaliknya mereka adalah orang yang sangat giat beramal tengoklah satu kisah indah diantara kisah-kisah indah lainnya.

Urwah bin Zubair Radhiyallahu anhu misalnya, Ayahnya adalah Zubair bin Awwam, Ibunya adalah Asma binti Abu Bakar, Kakeknya Urwah adalah Abu Bakar Ash-Shidik, bibinya adalah Aisyah Radhiyallahu anha istri Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam. Urwah lahir dari nasab dan keturunan yang mulia jangan ditanya tentang hatinya, ia adalah orang yang paling lembut hatinya toh masih bersusah payah giat beramal, bersedekah dan ketika shalat ia bagaikan sebatang pohon yang tegak tidak bergeming karena lamanya ia berdiri ketika shalat. Aduhai,..betapa lalainya kita ini,..banyak memanjangkan angan-angan dan harapan padahal hati kita tentu sangat jauh suci dan mulianya dibandingkan dengan generasi pendahulu kita.

sumber: Yusuf Mansur Network 
0 komentar

Hakikat Ulang Tahun


Ulang Tahun menambah Umur panjang???

Merupakan hal yang lucu, jika seseorang merayakan ulang tahun umurnya dengan penuh sukacita. Padahal sebenarnya yang terjadi umurnya semakin berkurang. Bukankah yang patut mereka lakukan adalah koreksi diri atas hari-hari yang telah berlalu?
Seorang penyair berkata:
"Seorang menganggap ringan berakhirnya malam padahal malam-malam itu berakhir dan tidak akan pernah kembali lagi"

Kita pasti paham rata2 umur manusia adalah antara enam puluh hingga tujuh puluh tahun.
Ada sebuah riwayat yang mengatakan bahawa Nuh a.s. adalah nabi yang umurnya paling panjang. Suatu saat dia pernah ditanya:"Apa pendapatmu tentang dunia?"
Dia menjawab: "Dunia bagaikan rumah yang mempunyai dua pintu. Saya masuk dari satu pintu dan kemuadian keluar dari pintu yang lainnya."
Nabi Nuh a.s. yang berumur panjang (950 tahun) saja menganggap hidupnya sesingkat itu, lalu bagaimana dengan orang yang KEBERKATAN umurnya dicabut???

Bukankah dihari akhir nanti mereka hanya akan menghasilkan penyesalan dan kesedihan?

Hidup akan segera mereka akhiri, dan di akhirat nanti mereka akan menemukan diri mereka termasuk orang2 yang rugi dan miskin.
Allah SWT berfirman:
"Dan (ingatlah) akan hari yang (diwaktu itu) Allah mengumpulkan mereka, (mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam (di dunia) hanya sesaat sahaja di siang hari, di waktu itu mereka saling berkenalan." (surah yunus, 10:45)

Firman Allah SWT tersebut maksudnya:
"Dan pada hari terjadinya kiamat, bersumpahlah orang-orang yang berdosa;mereka tidak berdiam (dalam kubur) melainkan sesaat (saja)"

"Seperti demikianlah mereka selalu dipalingkan (dari kebenaran). Dan berkata orang-orang yang di beri ilmu pengetahuan dan keimanan(kepada orang-orang yang kafir):"
"Sesungguhnya kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai hari berbangkit; maka inilah hari berbangkit itu akan tetapi kamu selalu tidak menyakini(nya)" (surah Ar-rum, 30:56)

Pada ayat lain disebutkan:
Allah berfirman:
"Allah bertanya:"Berapa tahunkah lamanya kamu berada di bumi."
Mereka menjawab:"Kami berada (dibumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung."
Allah berfirman:"Kamu tidak berada ( di bumi) melainkan hanya sebentar, kalau kamu sesungguhnya mengetahui." (surah Al-Mukminun, 23:112-114 )

Kerana pada hakikatnya umur itu sangatlah pendek, maka kita seharusnya memanafaatkannya secara optimal dengan melakukan amal perbuatan yang soleh yang di ridhai ALLAH SWT.
Barang siapa mengetahui pentingnya waktu, maka dia sudah mengetahui arti penting kehidupan.
Kerana waktu adalah kehidupan itu sendiri.

Berapa banyak waktu yang hanya digunakan untuk bersenda gurau sehingga mereka lupa tugas utama, dan akhirnya akan menyesal ketika kematian dan hari penghitungan amal perbuatan telah tiba.

Alhamdulillah, Allah masih mengizinkan ana menghirup udara segar di hari ulang tahun saya yang ke 22 ini. Semoga dengan bertambahnya umur saya, bertambah dan meningkat pula amal ibadah yang dijalani dalam sisa2 waktu hidup di dunia yang fana ini. Dan saya ucapkan pula ribuan terimakasih kepada Keluarga, Sahabat, Kekasih, dan juga semuanya yang telah memberikan Do’a kepada saya, Tak ada kata untuk kalian dari saya kecuali Do’a yang juga saya hanturkan semoga kita semua mendapat keberkahan hidup di dunia dan di akhirat, amiin..

Semoga bermanfaat bagi saya pribadi khususnya dan yang sedang berulang tahun pada hari ini, dan umumnya bagi kita semua! Akhir kalimat saya ucapkan
 Selamat Ulang Tahun, bagi anda yang berulang tahun juga, semoga panjang umur, dan diberkahi umurnya yang panjang...
0 komentar

Tips Membaca Karakter Seseorang dari Tulisan Tangan


Tips Membaca Karakter Seseorang dari Tulisan Tangan

 Saat kita menulis sebenarnya tangan kita hanya sebagai alat untuk memegang pena. Gaya tulisan kita itu berasal dari pikiran bawah sadar kita. maka bisa dikatakan bahwa tulisan bisa mengungkapkan berbagai perasaan emosi si penulisnya. Tentu saja untuk mengetahuinya tidak sembarangan ada ilmu membaca rahasia dibalik tulisan tangan atau yang disebut dengan graphology. Ambil pulpenmu dan tuliskan sesuatu, yang mana yah kira-kira karaktermu? Berikut penjelasan secara garis besarnya.
Tekanan
Dari kuat atau ringannya tekanan tulisan seseorang kita dapat mengetahui karakter orang tersebut. Bisa kamu perhatikan dengan memperhatikan bekas goresan dibalik kertas.
Tekanan yang kuat:
Orang yang tulisannya tebal hingga menimbulkan bekas coretan dibalik kertas biasanya mereka memiliki emosional yang tinggi. Terlalu mendalami perasaan mereka baik itu bahagia atau sakit hati. Mereka menyerap segala suatu seperti spon. Biasanya mereka juga memiliki selera yang tinggi. Tegas dan memiliki keinginan yang kuat bahkan cenderung memaksakan orang lain untuk menuruti kemauan meraka. Makanya tak jarang orang yang memiliki tekanan tulisan seperti ini biasanya kaku susah menyesuaikan diri dalam pergaulan.
Tekanan yang ringan:
Tulisan yang memiliki tekanan halus mencerminkan kepribadian yang tenang dan santai. Mereka lebih bertoleransi pengertian sulit mengambil keputusan dan biasanya mudah terpengaruh
Ukuran
Tulisan besar
Orang yang menulis dengan ukuran tulisan yang besar biasanya cenderung suka diperhatikan selalu ingin tampil didepan dan ingin didengarkan.
Tulisan kecil
Orang yang menulis dengan ukuran kecil biasanya lebih memperhatikan detail introspektif cenderung lebih pendiam dan mandiri
Kemiringan
Miring ke kanan
Orang dengan tulisan seperti ini biasanya memiliki karakter yang impulsif emosional aktif suka bergaul ramah menyukai tantangan lebih terbuka (ekstrovert) dan ekspresif.
Miring ke kiri
Jenis tulisan seperti ini biasanya penulisnya bersikap menutup diri (introvert). Lebih protektif selalu berpikir logis dan mencerminkan sifat seseoarang yang lebih menarik diri.
Tegak lurus
Orang yang memiliki tulisan tegak lurus mencerminkan seseorang yang bisa mengontrol diri dan bisa menahan.
0 komentar

Mengintip Isi Ka'bah Yuk..


Assalamualaikum Sahabat Waroeng Mukhtasor.
Mumpung Masih Bulan Dzil Hijjah nih Yuk Sama-sama kita intip apa sih yang ada di dalem ka'bah...
Banyak dari umat muslim yang tidak mengetahui apa sebenarnya dari isi ka’bah itu . Terutama umat muslim yang masih awam  yang memiliki pengetahuan terbatas tentang agama islam itu sendiri.,

     Saya sendiri sampai saat ini masih menyimpan  satu tanda tanya besar mengenai apa sebenarnya isi dari tempat yang di bangun pertama kali oleh nabi Ibrahim AS dan mejadi kiblatnya umat islam ini. Di dalam pikiran saya waktu itu ka’bah hanyalah setumpuk batu hitam berbentuk bujur sangkar, dan tidak memiliki ruangan untuk di masuki. 

     Subhanallah, ternyata pikiran saya itu salah besar. Jauh dari semua pemikiran itu ternyata ka’bah adalah bangunan yang memiliki ruangan yang lumayan cukup besar untuk di masuki. Dan memiliki beberapa ornamen” yang menarik.

Langsung saja kita ulas yah........

     Tidak semua orang tahu apa sebenarnya yang ada di dalam ka’bah, sebab hanya orang-orang penting seperti presiden sebuah negara yang berhak untuk memasukinya. Itu pun karena menjadi tamu raja di negara itu.
Kalo dari Indonesia sendiri, mantan Presiden Soeharto dan rombongan konon malah pernah diberi kehormatan untuk masuk ke dalamnya. 
melihat-ka'bah
     Nah gambar di atas, diambil pada salah satu momentum di mana ada tamu negara yang diberi kehormatan untuk memasukinya. Dan barangkali gambar ini diambil diam-diam oleh tamu itu.
Karena secara resmi petugas masjid Al-Haram mengharamkan pemotretan di lokasi masjid, apalagi kalau sampai di dalam ka’bah. Sebagian kalangan juga membenarkan foto ini lantaran serupa dengan gambar denah yang diterbitkan resmi oleh kerajaan.

Berikut ini adalah foto-foto yang memperlihatkan isi ka’bah yang saya dapatkan dari sumber yang cukup valid.

struktur-didalam-ka'bah

     Ka'bah bertempat di kota Mekkah al-mukarromah yang di apit oleh gunung-gunung batu dari berbagai penjurunya, akan tetapi dapat di akses dari berbagai penjuru, dan ramai pengunjung dalam bulan-bulan tertentu dalam setiap tahunnya, meskipun juga ramai di bulan-bulan biasa.

     Ka'bah berbentuk persegi yang ukuran dalam Ka'bah adalah 42,64x29,52 kaki atau sekitar 12,7x8,85 meter dengan tinggi 39 kaki 6 inci(-+ 11 meter) dan hanya 50 orang yang adpat masuk dalam waktu yag bersamaan.

     Mulai dari sebelah kiri pintu Ka’bah adalah Multazam (antara pintu Ka’bah dan Hajarul Aswad). Sebelah kanan dari pintu terdapat kotak dari marmer tempat menyimpan alat keperluan kebersihan di dalam Ka’bah.

hajar-azwad-ka'bah
     Bagian tengah Ka'bah agak meninggi terdapat tiga pilar/tiang penyangga yang terbuat dari kayu gaharu terbaik. Panjang satu pilar sekitar seperempat meter atau setengah meter berwarna campuran antara merah dan kuning. Ketiga pilar ini berjejer lurus dari utara ke selatan dan dikenal dengan “ tiang abdullah bin zubair ”.

     Pada awal abad ini (tahun 2000-an), bagian bawah ketiga pilar retak yang kemudian diperbaiki dengan diberi kayu melingkar di sekelilingnya. Ketiga pilar ini dibuat atas inisiatif Abdullah ibn Al Zubair tiga abad yang lalu. Meski demikian, ketiganya masih tetap kokoh hingga saat ini.

     Sebelah Utara dari Ka’bah terdapat pintu kecil yang dinamakan “Pintu Taubah”. Itu adalah sebuah tanda dari keteguhan. Pintu Taubah ini terbuat dari kayu pilihan yang dilapisi dengan Emas dan Perak yang terukir dan dilapisi juga dengan kaca yang tebal sampai atap Ka’bah.

pintu-ka'bah

     Pada dinding sebelah Barat yang berhadapan dengan pintu Ka’bah digantungkan 9 Pigura yang terbuat dari Marmer dan bertuliskan nama-nama Penguasa-penguasa atau Khalifah yang telah memperbaiki dan memperbarui Ka’bah yang agung. Kesemuanya tulisan itu tertulis setelah Abad 6H.
Pada dinding Timur antara pintu Ka’bah dan pintu Taubah diletakkan keterangan tentang perbaikan yang dilakukan oleh Raja Fahd pada tahun 1419H setelah perbaikan terakhir pada zaman Sultan Murod IV dari Utsmaniah pada tahun 1040H.

     Sisi-sisi Ka’bah yang empat dilapisi dengan Marmer putih setinggi 2 Meter dan diatasnya ditutupi dengan hordeng warna merah dan pink, yang terbuat dari bahan kain Sutera yang bertuliskan “Syahadatain “ dan Asma ul-Husna dalam bentuk angka 8 atau 7 Arab berselang-seling. Hadiah dari Raja Fahd.
     
     Diantara tiga tiang yang ditengah (Tiang Abdullah bin Zubair) ada tempat untuk meletakkan barang yang terbuat dari Perak murni untuk menyimpan barang, seperti antara lain :  Teko-teko, Pajangan, dan barang-barang bersejarah lainnya yang terbuat dari Emas dan Perak yang telah berusia puluhan bahkan ratusan tahun yang lewat sebagai hadiah-hadiah dari Raja-raja, Khalifah dan para Sultan kepada Ka’bah sebagai pendekatan dan pengabdian kepada Rabb yang Esa untuk mencari ridho Nya.

Di dalam Ka'bah tidak ada listrik dan tidak terdapat satu jendelapun
     Demikianlah postingan saya kali ini tentang melihat isi dari ka’bah sobat semuanya, semoga postingan ini menambah pengetahuan kita tentang dunia islam, dan semakin menambah keimanan kita kepada allah SWT. 

0 komentar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Waroeng Mukhtasor - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger